Skip to main content

Posts

Featured

Ilusi Musim Semi

Tiga tahun lalu, ladang saya mengalami puso —gagal panen yang paling menghancurkan. Bukan karena kemarau atau badai, melainkan karena bunga terbaik yang saya rawat sedari benih, tiba-tiba dipindahtanamkan ke pekarangan manusia lain. Ia diresmikan dalam sebuah perayaan panen raya yang sama sekali tidak mengundang saya sebagai petaninya. Tanah di raga saya seketika tandus. Kemarau panjang membakar habis sisa-sisa unsur hara harapan. Untuk bisa bertahan waras, saya harus mengambil keputusan ekstrem: membiarkan ladang ini beristirahat total. Saya pun memasuki masa bera . Selama tiga tahun, saya membalik tanahnya sendirian, mencabut akar-akar masa lalu bak gulma yang keras kepala. Saya membangun sistem terasering emosi yang kaku agar kewarasan saya tidak mudah tererosi oleh sepi. Saya menutup rapat pintu air, menghentikan seluruh aliran irigasi rasa. Ladang kehidupan saya tidak lagi menghasilkan bunga-bunga yang indah, namun ia luar biasa stabil. Sunyi, tak tersentuh, tanpa ancaman hama ...

Latest Posts

Mang Ijad

Percaya

Idealisme tidak untuk digoreng (Gak Enak)

Langit Digbeth

Motor listrik driver online

Tentang Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Halo Nana

Bagian Dua : Rumah yang Tak Pernah Ditinggali