Mang Ijad
“A, tahu tidak apa bedanya putus cinta sama patah hati?”
“Gatau. Aku mah tahunya sama-sama sakit aja, begitu.”
“Nya beda atuh!”
“Emang apa bedanya?”
“Putus cinta itu, dua orang yang memang akhirnya sepakat buat selesai. Misalnya aku punya pacar, terus aku atau dia udah nggak mau lanjut. Atau suami istri yang bercerai. Sakit sih, tapi kita sama-sama tahu alasannya. Sama-sama sadar kalau memang udah nggak bisa bersama lagi.”
“Ohh… kalau patah hati?”
“Kalau patah hati,. Beuh… aa tahu Mang Ijad? Yang istrinya meninggal beberapa tahun lalu?”
“Tahu. Itu kan mamangnya teman aa.”
“Nah, itu contoh patah hati. Mereka sama-sama nggak mau berpisah, tapi keadaan yang maksa. Sok lihat Mang Ijad ayeuna.”
“Huss, jangan ngomong sembarangan.”
“Tapi bener kan?”
Aku mengangguk pelan.
“Iya sih. Aa sering lihat dia duduk di teras sambil minum kopi. Kadang nyiram tanaman. Tapi tatapannya kosong.”
“Nah itu a, berpisah karena keadaan kayaknya teh lebih menyakitkan gitu rasanya dibanding berpisah karena kesepakatan. Ya banyak contohnya berpisah karena keadaan teh. Tapi ini salah satu contohnya, karena meninggal. Kita tahu istrinya mang ijad juga gak mau ninggalin atuh”
Aku diam.
Dayat melanjutkan.
“Padahal udah lebih dari empat tahun istrinya meninggal. Tetangga, saudara, banyak yang pernah ngenalin perempuan baik ke Mang Ijad. Ada yang belum nikah, ada juga yang ditinggal suaminya. Tapi Mang Ijad tetap nolak.”
“Kenapa?”
Dayat mengangkat bahu.
“Gak tahu A. Mungkin sebagian orang bisa mencari pengganti. Sebagian lagi tidak.”
Aku menoleh ke arah rumah Mang Ijad yang terlihat dari kejauhan.
“Menurut aa, Mang Ijad teh masih hidup?”
Dayat tersenyum tipis.
“Masih. Tapi kadang aku lihat dia seperti cuma melanjutkan hidup.”
Aku terdiam.
Aku jadi teringat kutipan puisi dari Buku "Tidak ada New York Hari Ini" karya Aan Mansyur
Jika ada seseorang yang terlanjur menyentuh inti jantungmu,
Mereka yang datang kemudian, hanyalah kemungkinan-kemungkinan
Entah kenapa, ucapan Dayat terasa seperti cermin yang tiba-tiba dipasang di hadapanku.
Apa itu aku?
Comments
Post a Comment